Selamat Datang...

REDblog adalah tempat berbagi pengalaman dan pemikiran.

MULAIGabung

Thursday, 18 October 2018

Sunyi...

Puisi Sunyi oleh Ragil

Sunyi,
Kala suara dering terdengar menyapa
Tanpa rasa curiga di dada
Pesan terbuka tanpa kata,
Tak sadar renyang pikirmu olehnya

Sunyi,
Tenang...
Tenang...
Tenang...
Masih belum masanya

Sunyi,
Coba kau tanyakan ombak
Coba kau tanya mentari
Apakah kau ada rasa?
Atau hanya suasana?

Sunyi,
Izinkan aku berkata~
Cinta itu ada karena biasa

-Azalea


Tuesday, 15 May 2018

Kapan Awal Puasa Ramadhan 2018 / 1439 H ?

Kapan Awal Puasa Ramadhan 2018? Dari tadi pagi sudah menunggu-nunggu sidang isbat yang menentukan kapan mulai 1 Ramadhan 1439 H atau Ramadhan 2018 ini kapan dimulainya. Sepulang dari kerja sempat bertanya ke ibuk kapan mulai puasa jawabnya hari Rabu. Karena masih ragu memastikan lagi lewat siaran pers sidang isbat, eh ternyata belum selesai.

Kapan Awal Puasa Ramadhan 2018 / 1439 H ? S


Setelah nunggu sambil mantengin berita akhirnya kejawab juga kalo sidang isbat menentukan tanggal 1 Ramadhan 1439 H jatuh di tanggal 17 Mei 2018. Dan seketika pas sini udah selesai baca berita ibuk masuk kamar dan bilang, "Puasanya hari Kamis." Dalam ati sini anaknya mbatin, " Lah tadi dapet sumber dari mana ya mak?"

Nih dicantumin juga sumber beritanya yang tadi saya baca.

Pemerintah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis (17/5/2018).

Penetapan ini berdasarkan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

"Kami tetapkan 1 Ramadahan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018," kata Lukman, saat memberikan keterangan pers. Menurut Lukman, kesepakatan sidang isbat dibuat berdasarkan dua hal, yaitu perhitungan hisab dan laporan petugas tersumpah di lapangan yang melihat hilal dari 95 titik.

Berdasarkan penetapan awal puasa ini, maka umat Islam di Indonesia mulai melakukan shalat tarawih pada Rabu (16/5/2017) malam. Kemudian, puasa pertama dilakukan pada Kamis.

Sidang isbat merupakan wujud kebersamaan Kementerian Agama selaku pemerintah dengan ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan.

Sebelumnya, dalam sidang isbat Kemenag mengawalinya dengan mendengarkan pemaparan dari tim hisab dan rukyat terkait posisi hilal menjelang awal Ramadhan. Sidang ini dijadwalkan berlangsung setelah ada laporan hasil pengamatan hilal dari lokasi pemantauan.

Sidang kali ini dihadiri oleh sejumlah pihak, baik dari para duta besar negara-negara sahabat, Pimpinan Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, Kemenag juga mengundang, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.


Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2018/05/15/18521791/hasil-sidang-isbat-awal-puasa-jatuh-pada-kamis-17-mei-2018.

Nah bagi yang masih bingung kapan puasanya mending ngikut pemerintah aja yak, besok Kamis. Semoga bermanfaat.

Sunday, 29 April 2018

Awal dari Cerita, Azalea

Sempet kepikiran ide buat bikin novel singkat yang isinya pendapat-pendapat konyol yang ada dipikiran tapi diceritain lewat keseharian orang. Tapi disini ada kendala yang bikin ragu, yaitu apa bisa lanjut terus? Normal sih nanya gitu, soalnya mungkin bisa aja sibuk sampe ga bisa login ke blog.


Azalea,
kemungkinan besar kalo fix jadi buat novel ringan itu judulnya. Soal media paling aku posting di ini blog duluan. Kena copas? Konyol bener kalo sampe kena copas di SFTH Kaskus atau situs novel/cerita karangan bebas online lain.

 Masalah indexing per bab udah punya template navigasinya, tapi bungung mau dibuat kek Tumblr atau BakaTsuki.

Opening yang mungkin cocok buat ini project,
Racun tak jauh berbeda dengan penawarnya yang berbalut kebaikan

Sankyu yak.

Wednesday, 27 September 2017

Memperbaiki Nafsu Makan dengan Jamu Temulawak

Memperbaiki Nafsu Makan dengan Jamu Temulawak

Beberapa waktu lalu sekitar September awal ibu sya sering sekali meminum Jamu Temulawak di pedagang jamu keliling yang kebetulan adalah tetangga namun beda blok. Namun awalnya saya cuek mengapa ibu saya 'tumben' rutin minum Jamu Temulawak.

Nah, pas minggu kemarin ibu saya curhat kalau nafsu makannya lebih baik dan tidak cepat bosan dengan makanan yang porsinya normal. Setelah itulah saya paham mengapa ibu saya kok rutin sekali meminum Jamu Temulawak.

Sedangkan saya sendiri juga sering merasa cepat kenyang jika sarapan. Padahal baru memasukan makanan ke perut sekitar 5 sendok. Dari sini mungkin akan saya coba juga untuk meminum Jamu Temulawak.

Mungkin itu juga yang menyebabkan banyaknya suplemen yang menggunakan temulawak dengan iklan yang mendorong agar konsumen membeli untuk mendorong nafsu makannya.

Setelah saya gali informasinya pun ternyata kebanyakan sumber juga mencantumkan bahwa temulawak bisa memperbaiki nafsu makan. Tidak hanya itu ternyata, ada sumber yang mengatakan bahwa temulawak memiliki khasiat;
  1. Memulihkan kebugaran tubuh
  2. Menjaga daya tahan tubuh
  3. Membantu proses pembuangan racun dalam tubuh
  4. Memperlancar proses pencernaa
  5. Membantu mempercepat proses pemulihan setelah sakit
  6. Sangat bagus untuk kesehatan ginjal apabila dikonsumsi secara teratur
  7. Sangat bagus untuk pertumbuhan dan berkembangan otak pada anak – anak
Semoga saja semua khasiat tersebut benar adanya. Dengan begitu akan saya mulai untuk mencoba rutin minum Jamu Temulawak. Untuk para orang tua pun juga dapat mencobanya untuk anaknya yang sedikit susah makan. Tapi bukan bentuk jamu, mungkin bisa cari produk yang berupa sirup atau suplemen lain.

Untuk target saya kali ini adalah menambah nafsu makan agar tidak cepat merasa kenyang saat sarapan diwaktu pagi. Namun dengan ini juga mungkin saya akan absen untuk minum jamu kunir asem yang biasa saya pesan. Biar gak campur-campur yang minum.

Untuk kalian yang pernah mencobanya, boleh kalian kasih cerita mengenai temulawak ini di kolom komentar. Selain untuk sharing, agar saya juga dapat mengetahui khasiat sebenarnya.

Wednesday, 26 July 2017

Sunset : Menari Bersama Angin dari Selatan

Waktu lalu saya berkesempatan untuk bermain lagi di tempat yang sudah lama saya kenal. Ya mungkin dengan sedikit rasa kecewa saat sampai ditempat tujuan. Kecewa karena pasirnya yang terbengkalai, bukan sampahnya.

Parang Endog namanya, bagi warga Jogja memang seharusnya sudah tidak asing lagi. Jika ditanya mengapa tidak ke Parangtritis mungkin hanya saya jawab "Saya cari Kuta-nya Jogja".

Memang tempatnya lebih landai daripada pantai lain di sekitarnya. Sehingga yang saya suka adalah refleksi cahaya matahari sore ditambah dengan hitamnya bayangan orang bermesraan. Coba saja bayangkan, dimana tempat berenung yang indah. Dalam pikiran saya pasti sore hari yang sepi.

Ntah kenapa semenjak usia ini beranjak ke angka 18 lebih lega rasanya melepas penat dengan ombak pantai selatan dan bersalaman dengan lembutnya pasir hitamnya.


Namun yang paling saya suka adalah menari bersama angin dari selatan, dimana dia mendobrak utara untuk mencari makna definisi bahagia.

Jika ada pula yang bertanya, dengan siapa saya kesana? dan hanya saya jawab bersama kawan. Pernyataan klise di 2017 ini yang ada pandangan kita tak pernah dianggap bahagia jika tak bersama seorang lawan jenis.

Kembali bertanya dan berkata memang siapa yang berhak menentukan bahagia?

Semua omong kosong itu hanya akan kembali dan memudar tanpa ada bekas. Seperti teman masa kecil yang suatu saat dapat hilang dari pandangan dan tak kembali, dia mati.

Mati bukan karena tak bernyawa namun mati karena terpaut jarak dan dikekang oleh waktu.

Semoga saja dengan ikut menari bersama angin dari selatan kita juga bisa mencari definisi bahagia yang sebenarnya. Bersama indahnya jingga langit dan karna kita telah saling mendoakan dan berjanji untuk bahagia bersama, kita.

Tuesday, 31 January 2017

Bersyukur

Gimana hari ini? Apakah nyebelin, bosenin, nyenengin atau malah berlebihan? Tapi kalau berlebihan tuh maksudnya gimana ya? 🤐



Ya seperti biasa lah kita buka postingan kali ini dari hal gak jelas seperti tanya "Gimana hari ini?". Tapi kalo dipikir lagi, itu pertanyaan sakral banget soalnya orang lain bisa nilai gimana kualitas dari aktivitas hari itu juga.

Ngomongin kualitas dari aktivitas sendiri mesti gak jauh dari yang namanya bersyukur. Yap bersyukur, dimana kita harus bisa nerima apa adanya tapi kadang juga malah jadi ada apanya. Kalau yang aku maksud ada apanya sih ya kita baru bersyukur misal dapet hal yang enak, sedang kalau dirasa apes ya seperti itulah kalian tau sendiri. 😅

Emang sih keliatan sepele, tapi coba dipikir lagi. Misal kita sebagai manusia gak bersyukur, apa yang bakal kita dapet? Yang jelas kalau kita gak bersyukur kita bakal cuma ngerasa nyesel plus dongkol karena belum merasa puas. Padahal nafsu gak bakal berhenti kalau kita gak bisa merasa cukup dan bersyukur atas apa yang kita dapetin. Itu opini aku ya.

Pernah denger sih pasangan beberapa kata kayak;
  • Laki-laki - Perempuan
  • Ayah - Ibu
  • Kakek - Nenek
  • Sakit - Sehat
  • Susah - Senang
  • Lebih - ....

Terus apa pasangannya? Kebanyakan sih orang pada jawab kurang. Ya mungkin karena udah kena doktrin cerita si kaya dan si miskin yak. Tapi coba kita ubah jawaban kurang jadi berkecukupan. 

Secara logika emang gak nyambung antara kurang sama cukup. Soalnya hal yang kurang itu identik sama keterbatasan, kemampuan. Tapi semua walaupun kita merasa kurang itu ada takaran buat menuhin kekurangannya yaitu dengan bersyukur.

"Jika batu yang keras akan berlubang karena air dan jika air akan meninggalkan kerak yang keras. Dua hal yang bertentangan, jadi mengapa tidak bersyukur untuk merasa cukup dalam kekurangan ? "